Sebelum Sepertiga Malam Tinggal Seperempat

Sebelum Sepertiga Malam Tinggal Seperempat

ashrofawaiman
2 min read

Telah lewat tengah malam
Lelah sekuat tenaga menyeretku pulang
Tubuhku dipeluk pegal dan linu
Di atas ranjang berpewangi keringatku

Di kepalaku masa depan berdebu
Sekumpulan catatan di tong sampah
Atau setumpukan barang yang tak ingin kubuang
juga enggan kugunakan
Memakan ruang sejengkal demi sejengkal

Berserakan, waktu-waktu yang gagal kususun menjadi tidur
Buku-buku yang menutup mata padaku yang menghiraukan tatapannya
Dan hening pakaian-pakaian kering tidak tertata dan berkata
Puing-puing dan reruntuhan akan terbangun sebelum pagi

Tubuhku masih berbaring, berguling
ke kanan dan ke kiri, ke angan dan ke dengki iri
Mengutuki orang yang tidur nyaman sedang aku beralas nyeri
Tuhan, mengapa engkau tak beri aku lebih baik dari ini?

Lembaran-lembaran kayu dirajut menjadi dinding
Tiga puluh enam keping keramik menjadi lantai
Aku salah menyanding antara hal-hal yang tak sebanding
Aku dimabuk andai, andai dan andai

Tapi kenyataan bahwa dinding berlubang dimakan tikus
Celahnya menjadi sarang semut, kecoa dan serangga lainnya
Juga kehadiran kaki seribu yang membuatku berpikir,
adakah tempat yang lebih baik dari rahim ibu?

Dan hujan bermain petak umpet, menemukan celah atap
lalu riang membasahi sisi ranjangku
Dan matahari bermain masak-masak, menjadi tungku dan
mematangkan seisi ruanganku
Dan tawa yang meledak dari seorang kawan,
atau musik hardcore yang didengar seorang kawan lainnya
Menyela dan mengusik ketika aku dilahap habis hawa nafsuku

Mimpi hampir kehilangan harap
Sepertiga malam tinggal seperempat
Tubuhku masih kerap menginginkan lenyap
Sekadar ingin tak terikat dengan tempat

03.30, alarm kawanku berteriak
03.40, alarm kawanku berteriak lagi
03.50, alarm kawanku berteriak lagi dan lagi

Aaaarrrrhhhh!!!!!!!

Semarang, 15 April 2025

ashrofawaiman
Contributor

ashrofawaiman

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top