Jadilah Aku, Sri Tanjung & :(eea-ii-ia-eea-eei-iaa-a?:)

Jadilah Aku, Sri Tanjung & :(eea-ii-ia-eea-eei-iaa-a?:)

jinawirana
1 min read

:(eea-ii-ia-eea-eei-iaa-a?:)

kau adalah rima yang tak ada di ujung bait puisi
hilang konsonan dan hanya tersisa tanda tanya,
jari-jemari menitip kata-kata yang terjatuh
gugur bersama bunga tabebuya di padma boulevard utara.

kau mengeja di mana arah tenggara
saat angka tiga merangsek keluar dari jam meja
lalu bisu muntah dari bibir.
waktu sendiri telah lelah menggurui
dan aku masih saja bodoh
membaca tanda hujan, menghitung angka awan
berputar-putar pada bait pertama.

puisi berubah hujan, seketika
turun deras di dalam kamar
dan aku menikmati basah,
hanyut ke dalam sungai yang terbuat dari kekasih.

bahkan ketika puisi menyusut
dan kekasih mengering,
aku masih ingin menceburkan badan
lalu bermuara di tubuh kau, berkali-kali.

Jadilah Aku, Sri Tanjung

Pelupuk mata kau adalah pedang
lengkung cakrawala menebas lautan.
Pulang membawa simpuh
di benam mata siapa kini kau berlabuh?

Tak seorang pun memaksa kau Sidapaksa
kehendak sendiri yang membuat ragu.

Letakkan! Luruhkan!
Perisai tubuh perang
di atas kedua punggung telapak kakiku.

Jadikan aku Sri Tanjung—yang ingin pulang kepada pelukan.
Sambut aku di ujung tajam pedang itu,
sembelih aku lagi.

jinawirana
Contributor

jinawirana

Tulisan lain dari jinawirana

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top