Pangeran Tersedih di Dunia

Pangeran Tersedih di Dunia

Gondez
2 min read

Ketika aku menuliskan ini dapat dipastikan sekarang kamu berada di masa depanku—bukan di tepian sungai Rhein, kampung halamanmu. Ya, aku di sini. Ditemani lagu My Way — Frank Sinatra dan juga deburan ombak yang seraya mengajakku untuk berbicara.

Reinildis, aku harap kamu masih memiliki pendengaran yang tangguh dan kesabaran yang kuat untuk mendengarkan dongeng yang satu ini. Bersiaplah.

Cerita itu tentang perjalanan sang Putri bermotor matic yang ingin pergi ke luar angkasa untuk mencari Pangeran berkuda putih, tapi sayangnya misi itu gagal karena kacamata sang Putri berembun ketika melintasi atmosfer. Matanya kabur, ia terjatuh tepat di dalam menara kastil yang dijaga oleh naga dan penyihir. Untungnya Putri sehat wal afiat cuma keseleo dikit di kelilingking kakinya akibat kepentok kaki meja.

Kabar jatuhnya sang Putri sempat menjadi trending topik di twitter selama 2 minggu berturut-turut, hingga kabar itu tiba di pangkuan Pangeran berkuda putih. Beliau langsung melesat seperti roket Kartika I buatan ITB menuju ke TKP. Naga dan penyihir pun tak berkutik di hadapan beliau.

Saking bahagianya, Pangeran menari begitu riang hingga merobohkan tiang penyangga kastil. Sesegera mungkin beliau menjemput Putri di menara tinggi itu. Tapi apesnya ketika mereka berdua terburu-buru menuruni tangga yang sangat banyak, sang Putri terjatuh karena keserimpet gaunnya sendiri dan langsung tewas di tempat.

Sejak kejadian itu Pangeran mendapat gelar Pangeran Tersedih di Dunia. Karena beliau terpaksa kehilangan calon istri dan juga harus menjawab pertanyaan warga kenapa sang Putri tewas.

Reinildis, aku hanyalah menjadi lelaki tersedih nomor 1.223 sekecamatan dan nomor 687 sekelurahan. Kesedihanku tak berarti jika dibandingkan dengan Pangeran itu.

“Rein. Wann wir uns wiedersehen können?”

Gondez
Contributor

Gondez

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top