“Dunia kita, percik kembang api tahun baru—kilau di selembar kegelapan semesta, dan lekas sirna. Menggenggam jadi satu satunya angan tangan.”
Dunia kita, malam tahun baru
Tuhan menyalakan kembang api
Kita, di kejauhan
Ribuan tahun percakapan
dalam satu percikan
Melihat percikan lain
sebagai tempat percakapan lainnya
Kilau di selembar kegelapan semesta
Menggenggam jadi satu-satunya angan tangan
Abu: Alasan paling masuk akal
mengapa kita tidak akan selamanya;
lekas sirna, begitu jemari angin menyentuhnya
Bersiaplah
Suara yang akan melahap habis kita
telah berbunyi sejak detak ledak pertama
Mengejar percik cahaya,
menggetarkan keheningan semesta
Kita akan binasa
Kita akan binasa
Kita akan binasa
Sebelum menyadari jerit mematikan
perpisahan langit dan bumi
Kehidupan: Kehancuran dan kematian, sejak mula
Penyunting: Fajar Hanif Mubarok
Ilustrasi: Fajar Hanif Mubarok
0 Komentar