Kehidupan: kehancuran dan kematian, sejak mula

Kehidupan: kehancuran dan kematian, sejak mula

ashrofawaiman
1 min read

“Dunia kita, percik kembang api tahun baru—kilau di selembar kegelapan semesta, dan lekas sirna. Menggenggam jadi satu satunya angan tangan.”

Dunia kita, malam tahun baru
Tuhan menyalakan kembang api
Kita, di kejauhan

Ribuan tahun percakapan
dalam satu percikan
Melihat percikan lain
sebagai tempat percakapan lainnya

Kilau di selembar kegelapan semesta
Menggenggam jadi satu-satunya angan tangan
Abu: Alasan paling masuk akal
mengapa kita tidak akan selamanya;
lekas sirna, begitu jemari angin menyentuhnya

Bersiaplah
Suara yang akan melahap habis kita
telah berbunyi sejak detak ledak pertama

Mengejar percik cahaya,
menggetarkan keheningan semesta

Kita akan binasa
Kita akan binasa
Kita akan binasa

Sebelum menyadari jerit mematikan
perpisahan langit dan bumi

Kehidupan: Kehancuran dan kematian, sejak mula





Penyunting: Fajar Hanif Mubarok
Ilustrasi: Fajar Hanif Mubarok

ashrofawaiman
Contributor

ashrofawaiman

Tulisan lain dari ashrofawaiman

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top